Sabtu, 08 Maret 2014

KPR Syariah

Pertanyaan:
Asalamu’alaikum ustadz
Saya ini kebetulan hidup di Australia. Saya ingin menanyakan bagaimana membeli rumah dari pinjaman bank, karena bisa dibilang membeli rumah dengan cash itu hal yang mustahil. Terimah kasih.
Dari: Amran

Jawaban:
Wa’alaikumussalam
KPR bank bermasalah secara syariah. Karena hakikat KPR bank adalah kita meminjam uang di bank kemudian melunasinya dengan tambahan bunga, hal ini tentu saja riba. Sementara kita dilarang memberi riba kepada orang lain.

Selasa, 04 Juni 2013

Jangan Gila Pujian

Ikhlas, tidak mengharap selain ridho Allah, itu yang dituntut ketika kita beramal. Namun kadang, hati selalu mengharap pujian orang lain, ini yang mesti diwaspadai karena dapat merusak amalan yang semula adalah baik.

Ikhlaslah dan Jauhi Riya’ (Gila Pujian)
Beberapa ayat menerangkan agar kita dapat menjadi orang yang ikhlas dalam ibadah. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala,

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (artinya: ikhlas) dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah: 5).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang bahaya riya’ (gila pujian) bahwasanya amalan pelaku riya’ tidaklah dipedulikan oleh Allah. Dalam hadits qudsi disebutkan,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
“Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman: Aku sama sekali tidak butuh pada sekutu dalam perbuatan syirik. Barangsiapa yang menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya (artinya: tidak menerima amalannya, pen) dan perbuatan syiriknya” (HR. Muslim no. 2985).

Imam Nawawi rahimahullah menuturkan, “Amalan seseorang yang berbuat riya’ (tidak ikhlas), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosa” (Syarh Shahih Muslim, 18: 115).

Begitu pula peringatan keras bagi orang yang cuma mengharap dunia dalam amalannya, di antaranya adalah mengharap pujian manusia disebutkan dalam hadits berikut ini,

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang menutut ilmu yang sebenarnya harus ditujukan hanya untuk mengharap wajah Allah, namun ia mempelajarinya hanya untuk meraih tujuan duniawi, maka ia tidak akan pernah mencium bau surga pada hari kiamat nanti” (HR. Abu Daud no. 3664, Ibnu Majah no. 252 dan Ahmad 2: 338. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Selengkapnya >> http://muslim.or.id/aqidah/jangan-gila-pujian.html

Minggu, 20 Januari 2013

SULITNYA IKHLAS



Sulitnya Ikhlas
Untuk mendapatkan hati yang ikhlas, bukanlah sesuatu yang mudah. Tanpa usaha yang sungguh-sungguh dan anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala , kita akan takluk di tangan setan yang senantiasa bertekad untuk menjatuhkan kita, dan menjauhkan kita dari sikap ikhlas. Ketika Allah  Subhanahu wa Ta'ala melaknat Iblis, lalu ia merayu untuk menyesatkan semua anak cucu Nabi Adam, Allah  Subhanahu wa Ta'ala mengizinkannya, namun Iblis mengakui, ”Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang diikhlaskan di antara mereka.”  (Shad: 82-83)
IKHLAS ITU ANUGERAH ALLAH
            Setan dan bala tentaranya akan menjauhkan manusia dari sikap ikhlas, merasuki semua orang supaya durhaka pada Allah. Dan semua orang akan mengikutinya kecuali mereka yang memiliki hati yang diikhlaskan oleh Allah. Hamba-hamba yang bisa bersikap ikhlas adalah mereka terpilih dan tidak bisa disesatkan oleh setan.
            Oleh karena itu, berhati-hatilah. Mohonlah selalu bimbingan Allah serta waspadalah terhadap nafsu dan setan, supaya setiap amalan yang kita lakukan adalah karena dan untuk Allah semata-mata. Hanya dengan cara itulah kita selamat.

Sabtu, 05 Januari 2013

Qodha dan Qodhar



Bismillahirrohmanirrohim
2. Di Antara Buah Keimanan Kepada Qadha dan Qadar
                Pertanyaan :
                Apakah mungkin, qadha dan qadar bisa membantu bertambahnya iman seorang Muslim ?
                Jawaban :
                Beriman kepada qadha dan qadar dapat membantu seorang Muslim di dalam melakukan urusan dien dan dunianya karena didasari keimanannya bahwa qudrah (Kekuasaan) Allah ‘azza wa jalla adalah di atas segala kekuasaan dan bahwa bila Allah menghendaki sesuatu, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalanginya. Nah, bila seseorang beriman dengan hal ini, maka dia akan melakukan sebab-sebab (sarana-sarana) yang dapat membuat dirinya sampai kepada tujuannya . sebagai contoh, dari sejarah yang lalu, kita mengetahui bahwa kaum Muslimin telah mengalami banyak kemenangan besar padahal jumlah mereka sedikit dan persenjataan mereka amat sederhana. Itu semua bisa terjadi karena mereka beriman kepada janji Allah ‘azza wa jalla , qadha dan qadarNya dan bahwa segala sesuatunya adalah berada di tanganNya.
Kumpulan Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin, Editor; Asyraf Abdul Maqshud, Juz 1, hal 54.

Minggu, 02 Desember 2012

Hukum MLM



                                                                                                                        1 Desember 2012
Pemasaran berjenjang (bahasa Inggris: multi level marketing atau MLM) adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi.
Ada beberapa fatwa ulama yang penulis sarikan yang menjelaskan mengenai hukum MLM yang sebenarnya. Ada sebagian ulama yang memberikan penjelasan syarat-syarat dan gambaran bagaimana MLM bisa masuk kategori halal.

Selasa, 20 November 2012

Memuliakan Orang Yang Lebih Tua



Pertanyaan:
Setelah mengucapkan salam kepada para hadirin (di suatu tempat, pent.), manakah yang lebih diutamakan ketika hendak berjabat tangan, yang lebih tua ataukah yang di sebelah kanan?
Syaikh Muhammad Ali Farkus hafizhahullah menjawab:
الحمدُ لله ربِّ العالمين، والصلاةُ والسلامُ على مَنْ أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصَحْبِهِ وإخوانِه إلى يوم الدِّين، أمَّا بعد
Zhahir dari nash-nash yang membahas tentang adab menunjukkan bahwa faktor usia itu dipertimbangkan dalam prioritas memuliakan seseorang dalam banyak kasus. Sebagaimana dalam hadist Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أَمَرَنِي جِبْرِيلُ أَنْ أُقَدِّمَ الأَكَابِرَ
Jibril memerintahkan aku untuk mengutamakan orang-orang tua” (HR. Abu Bakr Asy Syafi’i dalam Al Fawa’id, 9/97/1; Ahmad, 6191; Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra, 173. dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 4/74)
Maksudnya, Jibril memerintahkan Nabi untuk mengutamakan orang yang lebih tua dalam hal usia. Inilah yang dipahami secara haqiqah (makna lugas). Adapun jika dipahami kabir di sini adalah secara konotatif, semisal orang yang lebih tinggi ilmunya, maka ini dipahami secara majaz (makna konotatif). Kaidah mengatakan :

Senin, 12 November 2012

Manipulasi Absen Kerja Kantor

Komisi Fatwa di Saudi Arabia pernah diajukan pertanyaan oleh seorang pegawai:
Dalam beberapa keadaan aku pernah keluar dari pekerjaanku di kantor untuk mengerjakan pekerjaan lain pada waktu yang khusus secara terus menerus tanpa ketahuan atasan. Sebagaimana teman-temanku biasa pula pulang kantor setengah jam sebelum waktu jam kerja berakhir. Aku yang biasa mengisikan absen mereka di mesin ketika berakhir jam kerja. Apa hukum melakukan semacam ini? Apa nasehat kalian kepada kami?

Sabtu, 10 November 2012

TAWASSUL KEPADA NABI MUHAMMAD shallallahu ‘alaihi wa sallam)

 Tawassul Kepada Nabi yang Disyariatkan dan yang Tidak Disyariatkan

Pertanyaan :
Apa hukum tawassul kepada penghulu para nabi (Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam) ; adakah dalil-dalil yang mengharamkannya ?

Jawaban :
Mengenai  hukum tawassul kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (menjadikan beliau sebagai perantara-penj.) harus dirinci dulu ;

Bila hal itu dilakukan dengan cara mengikuti beliau, mencintai, taat terhadap perintah dan meninggalkan larangan-larangan beliau serta ikhlas semata karena Allah di dalam beribadah, maka inilah yang disyariatkan oleh Islam dan merupakan dien Allah yang dengannya para Nabi diutus, yang merupakan kewajiban bagi setiap mukallaf (orang yang dibebani dengan syariat-penj.) serta merupakan sarana dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat .

Jumat, 09 November 2012

Hukum Oper Kredit Terkait Bank

Pertanyaan:
Ada orang yang kredit mobil via bank yang menjual mobilnya sebelum angsuran bank yang menjadi kewajibannya lunas. Bolehkah saya membelinya? Saya akan menanggung angsuran bank yang belum selesai. Perlu diketahui bahwa saya memiliki cadangan uang yang cukup sehingga saya tidak akan pernah terlambat membayar angsuran sehingga bisa dipastikan saya tidak akan terkena pinalti karena keterlambatan membayar angsuran. Apakah tindakanku semacam ini dibenarkan dalam syariat?
Jawaban:
Penanya mengatakan bahwa dia mengadakan kesepakatan dengan penjual, dia tidak membeli melalui bank namun dialah yang akan melunasi angsuran di bank. Dia memiliki cadangan uang yang cukup sehingga dia bisa membayarkan angsuran tepat waktu di awal bulan, dengan demikian saya tidak terjerumus dalam riba (baca: membayar pinalti karena keterlambatan membayar angsuran). Di manakah letak keharaman hal ini?